Polisi Kreatif dari Polres Salatiga – Anak Petani Kecamatan Gubuk

POLISI anak petani sudah biasa, polisi anak orang tidak mampu, juga sudah biasa. Tapi yang ini polisi anak petani, yang hidupnya pas-pasan, tetapi kreatif mencari uang dengan cara jujur dan halal, tanpa mengesampingkan tugasnya sebagai anggota polisi. Itulah Brigadir Satu (Briptu) Noormin, anggota Polres Salatiga.
Jiwa wirausaha sudah dimiliki Noormin, sejak kecil. Selain membantu orang tuanya sebagai buruh tani di Desa Ringinpitu Tanggungharjo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, dia juga membantu ibunya sebagai pedagang kelontongan di pasar. Berbagai usaha pernah dijalankan untuk membantu orang tuanya. Namun karena keterbatasan modal dan tidak memiliki fasilitas yang memadai, Noormin mencoba peruntungan masuk polisi pada 2005. Dia pun akhirnya diterima masuk pendidikan Sekolah Calon Bintara (Secaba) Polisi Watukosek.
Tugas pertama langsung di Polres Salatiga. Mengisi waktu luangnya, Noormin kerap berusaha macam-macam. Mulai dari jualan pakaian dengan kulakan terlebih dahulu, hingga menjadi sopir pocokan mobil rental. Semuanya dilakukan dengan senang hati dan terkadang orang tidak tahu, bila Noormin anggota polisi. ”Waktu lepas jaga (piket) saya pernah mengisi pocokan menjadi sopir rental. Yah lumayan untuk tambah-tambah uang, membantu orang tua. Prinsipnya kerja itu yang penting halal dan tidak mengganggu tugas,” ujar Noormin, yang baru beberapa pekan ini menikah.
Sekitar tahun 2013, Noormin dan beberapa pemuda binaannya, mencari usaha yang bisa dilakukan bersama-sama. Lalu muncullah ide jasa sepeda goes, sebuah mainan sewa berbentuk mobil, tetapi dijalankan dengan cara menggenjot, layaknya sepeda. Mainan itu kini banyak disewakan di arena bermain Lapangan Pancasila Salatiga. ”Itu ide bersama. Dan saya coba <I>eksplorer<P> di internet dan akhirnya dapat ide tersebut. Sepeda goes saya datangkan dari Yogyakarta,” ujar Noormin.
<B>Tidak Marah<P>
Kini mainan tersebut banyak yang dioperasikan dan banyak orang menjalankan bisnis yang sama. Namun Noormin tidak marah atau iri, karena menurutnya, reziki orang itu sudah ada yang atur. Dengan bisnis itu Noormin memiliki 3 orang untuk mengelolanya. Dia tidak pernah menarget pendapatan, yang terpenting, pekerja dan dirinya sebagai pemodal dapat keuntungan, dan harus disyukuri. Kalau memang tidak ada pemasukan karena musim hujan, ya harus diterima, bahkan Noormin kerap tombok untuk kasih uang makan pekerjanya. Dia juga kerap mengurusi hal-hal sepele seperti melumasi rantai, mengganti ban sepeda goes, dan lainnya, sebagai hiburan kala tidak bertugas.
Noormin pun ingin menjalankan bisnis lainnya, yakni membuka toko suku cadang (onderdil) dan oli. Menurutnya prospek bisnis itu masih menjanjikan, terlebih dirinya punya kenalan lama, yang berprofesi sebagai penyalur oli dan suku cadang. Bisnis itu pun akan dijalankan bareng sejumlah pemuda binaannya. Namun karena masih terbentur waktu dan lokasi, sehingga masih dalam tahap persiapan. (Surya Yuli P)

Sebelum bertugas, Briptu Noormin melihat kelengkapan sepeda goes yang akan disewakan.
Sebelum bertugas, Briptu Noormin melihat kelengkapan sepeda goes yang akan disewakan.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s