Tanpa Sengaja Motret Andy F Noya, Kala Masih Muda – Host Program Kick Andy – Saat Wisata di Danau Sentani Jayapura (bersambung)

Tanpa Sengaja Motret Andy F Noya, Kala Masih Muda
– Host Program Kick Andy
– Saat Wisata di Danau Sentani Jayapura (bersambung-)

SAAT membuka-buka album lama bersama anak-anak, yang tersimpan di rumah Ibu, saya kaget ketika melihat sebuah foto yang pernah saya cepret sekitar tahun 1988-1989, saat saya masih duduk di kelas 2 atau kelas 3 SMP. Saat itu kami sekeluarga bersama rombongan teman-teman bapak dan ibu, sedang piknik naik kapal keliling Danau Sentani, Jayapura, di Provinsi Papua (Irian Jaya, saat itu). Ya, sejak lahir hingga kelas 1 SMA, kami ikut tugas bapak dan kakek sebagai anggota Brimob di Jayapura, Irian Jaya.
Entah disengaja atau tidak, bersama rombongan kami kala itu, ada Gubernur Irja saat itu, Barnabas Suebu. Saya masih ingat, mendapat kepercayaan memegang kamera Fuji Kodak DL 86 milik bapak (Almarhum Mayor Polisi Soelatijo). Dalam rombongan tersebut ada beberapa Brimob, termasuk bapak saya yang ikut mengawal Barnabas Suebu. Sebagai orang yang senang mendokumentasikan kegiatan keluarga dengan kamera, bapak saya meminta agar ketika bapak berada di dekat Barnabas, segera dicepret (potret)..
Dan tanpa menunggu..cepret-cepret…, saya lakukan secepatnya. Tanpa disadari, saya merekam aktivitas seorang wartawan yang ikut dalam rombongan kapal di atas Danau Sentani tersebut. Wartawan itu nampak berada di tengah pembicaraan bersama Barnabas Suebu, serta beberapa orang lainnya.
Saya baru sadar setelah sekian tahun foto itu terpampang dalam album keluarga kami, bahwa wartawan yang saya cepret dalam foto itu saat ini sangat dikenal. Dia adalah seorang host program televisi swasta yang banyak diminati. Program unggulannya adalah Kick Andy. Ya wartawan yang saya potret sekitar 25 tahun silam itu adalah Andi F Noya.
Hehehehe, ternyata dulu culun juga, tapi rambut tetap sama ketika program Kick Andy ditayangkan awal, yakni kribo (sekarang Andy tampil gundul). Dia menggunakan tas pinggang dan menenteng sebuah kamera, yang menurut saya pada saat itu sudah canggih. Sementara kami hanya menggunakan kamera kecil (pocket). Anak-anak saya dan ibu yang melihat foto itu pun kaget dan merasa tidak asing dengan orang itu. Ternyata Andy F Noya, pernah tugas di Jayapura, setelah melihat sedikit biografinya, Andy memang pernah tinggal dan bertugas di Irja (mohon kalau salah dikoreksi).
Kontan saya teringat kembali bagaimana tanpa disadari sejak kecil, secara tidak langsung almarhum bapak, menyiapkan saya secara pribadi memiliki sedikit keahlian memotret. Dan saya sadar banyak hal-hal yang disiapkan ayah saya sewaktu saya kecil, ternyata bermanfaat dan mendukung profesi saya sebagai wartawan (Harian Suara Merdeka Jateng), belasan tahun kemudian. Seperti sejak kecil bapak saya sudah menyiapkan mesin ketik (merek Olimpia) meski sudah karatan, agar kami pandai mengetik. Dan saya bersyukur sejak kelas 2 SMP, sudah bisa mengetik cepat 10 jari. Tidak hanya itu, hobi bapak mendokumentasikan seluruh kegiatan keluarga, dengan memiliki kamera, juga bermanfaat bagi saya. Mungkin cerita ini terlalu lebay… tetapi tak apalah untuk sebuah kenangan…(Surya Yuli P-)

Andy F Noya (kir) sambil wawancara Barnabas Suebu (tengah). Almarhum bapak di tengah sedang berdiri)
Andy F Noya (kiri) sedang wawancara Barnabas Suebu (tengah berkacamata). Dan bapak saya di tengah sedang berdiri minta didokumentasikan.
Andy F Noya (kiri) dan bapak saya (dua dari kiri) mendengarkan pembicaraan Gubernur Barnabas Suebu
Andy F Noya (kiri) dan bapak saya (dua dari kiri) mendengarkan pembicaraan Gubernur Barnabas Suebu.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s