Siswa SMK Saraswati Ciptakan Teknologi Persingkat Produksi Kecambah

TEKNOLOGI tepat guna yang dihasilkan siswa SMK Saraswati Salatiga ini boleh dibilang sederhana, tetapi memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Karya kreatif yang dibuat adalah ”Alat Penyiram Kecambah Smart (Simple, Mudah, Aman, Reliabel dan Terjangkau)”, yang mampu membantu proses produksi kecambah, sebagai salah satu sumber pangan bergizi.
Dengan teknologi tersebut, produksi cambah dapat dipersingkat baik cambah berbahan baku kacang hijau (taoge) atau kedelai (soybean spraut), dan jenis lainnya, dapat dipersingkat. Kalau biasanya produksi cambah sehari semalam, maka dengan memanfaatkan teknologi tersebut produksinya dipersingkat menjadi 6 jam.
Alat penyiram kecambah tersebut diprakarsai oleh siswa jurusan Teknik Mesin SMK Saraswati, yakni Imam Asari, Misbahul Munir, Ardian Atwi Satrio, dan Muhammad Sulton Saifudin. Dengan bantuan guru pembimbing Edy Ismail, teknologi tepat guna tersebut memiliki banyak fungsi. Prinsipnya peralatan tersebut berupaya menyiram cambah agar terjaga kelembaban, sehingga cambah tumbuh sempurna.
Teknologi tersebut pun telah disempurnakan, sehingga air yang sudah dipakai dalam proses penyiraman tidak akan terbuang. Tetapi dapat dipakai kembali melalui proses daur ulang (recycle), sehingga dapat dimanfaatkan lagi untuk penyiraman berikut dan seterusnya. Tidak hanya itu, alat tersebut tersebut juga dibuat sedemikian rupa, sehingga tidak ada lagi kontak langsung tangan manusia dalam proses produksi cambah. Dengan tidak adanya kontak tangan manusia, maka produksi cambah akan lebih bersih dan hygienis, serta terbebas dari kuman atau kotoran.
<B>Skala Besar<P>
Menurut Imam Asari, produk tersebut bisa dikembangkan dalam skala besar, sehingga bisa menjadi sentra produksi cambah berbiaya murah. Produksi cambah yang biasanya sekitar sehari semalam hingga dua hari, dapat dipersingkat 6 jam. ”Kami berupaya mengembangkan peralatan ini, agar lebih sempurna,” ujarnya.
Dijelaskan, produksi dalam 6 jam tersebut untuk kecambah yang biasanya dikonsumsi sebagai pelengkap hidangan soto atau rawon. Sedangkan untuk menghasilkan cambah dengan ekor yang sempurna (lebih panjang), perlu tambahan waktu 4 jam. ”Masih relatif singkat dibandingkan pembuatan cambah tradisional,” ungkap Imam.
Karya mereka tersebut telah dikompetisikan dalam Lomba Teknologi Tepat Guna yang diadakan Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan, KB dan Pangan Kota Salatiga, akhir 2014 lalu. Karena belum sempurna, karya mereka meraih juara 3. Meskipun demikian mereka puas karena niat membuat produk tepat guna bisa teralisasi. Tidak hanya itu mereka juga jadi paham manfaat kecambah, karena berdasarkan literatur, merupakan makanan kaya gizi. (Surya Yuli P-)

Tim SMK Saraswati Salatiga menyiapkan Alat Penyiram Kecambah Smart saat Lomba Teknologi Tepat Guna.
Tim SMK Saraswati Salatiga menyiapkan Alat Penyiram Kecambah Smart saat Lomba Teknologi Tepat Guna.
Terima trofi Lomba Teknologi Tepat Guna yang digelar Bapermas, Perempuan, KB dan Pangan Kota Salatiga
Terima trofi Lomba Teknologi Tepat Guna yang digelar Bapermas, Perempuan, KB dan Pangan Kota Salatiga
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s