Tingkir Tempat Persinggahan Mas Karebet – Ritual Kungkum di Senjoyo

 

Tradisi mandi dan kungkum di Sumber Air Senjoyo
Tradisi mandi dan kungkum di Sumber Air Senjoyo

NAMA Kecamatan Tingkir di Kota Salatiga tidak lepas dari sejarah kerajaan di Jawa, yang dibalut dengan cerita rakyat. Terutama berkaitan dengan perjalanan Mas Karebet atau yang dikenal dengan Joko Tingkir, tokoh yang kemudian menjadi Raja Pajang dengan sebutan Pangeran Hadiwijaya.
Nama Tingkir pun dipakai untuk dua kelurahan yang berada di Kecamatan Tingkir, yakni Kelurahan Tingkir Lor dan Kelurahan Tingkir Tengah. Selama ini sebutan Tingkir dikenal orang untuk nama tempat yang berada di pertigaan antara Jalan Raya Semarang-Solo dengan Jalan Raya Salatiga-Suruh-Sragen. Di pertigaan tersebut orang mengenalnya dengan sebutan Pos Tingkir.
Belum diketahui jelas kenapa di sebut Pos Tingkir. Beberapa sumber mengatakan sebutan Pos Tingkir untuk nama pos polisi yang berada di pertigaan tersebut dan kini bernama Kepolisian Sektor Tingkir (Polsek Tingkir), Polres Salatiga. Sampai sekarang pun, orang masih menyebut tempat itu, Pos Tingkir. Bagi pendatang atau warga asli setelah bepergian dari luar kota menggunakan bus, kerap mengatakan kepada kondektur atau kenek bus, agar turun di Pos Tingkir. Tentunya di pertigaan Pos Tingkir itu.
Pertengahan tahun 1990-an, Terminal Bus Salatiga yang sebelumnya berada di Dukuh Sokka Kelurahan Sidorejo Lor (Kecamatan Sidorejo) dipindah ke sekitar pertigaan Tingkir. Terminal itu pun mendapat sebutan Terminal Bus Tingkir (Terminal Tingkir). Sedikit demi sedikit sebutan Pos Tingkir beralih menjadi Terminal Bus Tingkir. Terlebih bila setelah bepergian dari luar kota naik bus, maka sudah pasti turun di Terminal Tingkir.
<B>Senjoyo<P>
Sebuatan Tingkir diperkirakan tidak lepas pula dari sejarah sendang atau Sumber Air Senjoyo. Bila ditarik garis lurus dari Terminal Tingkir hingga Sumber Air Senjoyo, berjarak sekitar 1 km. Sumber Air Senjoyo konon menjadi awal cerita sebutan Tingkir mulai dikenal. Sebab sekitar tahun 1500-an, dalam sejarah Kerajaan Pajang dan Demak, Joko Tingkir diceritakan warga setempat pernah melakukan ritual kungkum dan bertapa di Sumber Air Senjoyo. Jasmin Wiro Sumarto (85), sesepuh dan juru kunci Sumber Air Senjoyo dalam berbagai kesempatan mengungkapkan, tradisi kungkum atau berendam Joko Tingkir di Sumber Air Senjoyo, akhirnya diikuti masyarakat. Di waktu-waktu tertentu seperti malam 1 sura, malam jumat/selasa kliwon, dan hari tertentu, Sejoyo selalu dipadati warga yang melakukan ritual kungkum.
Secara kewilayahan, pertigaan (Pos Tingkir) dengan Sumber Air Senjoyo berada wilayah kabupaten/kota berbeda. Lokasi pertigaan Tingkir (Pos Tingkir), Kelurahan Tingkir Tengah, dan Kelurahan Tingkir Lor berada di Kota Salatiga. Sedangkan Sumber Air Senjoyo berada di perbatasan Desa Tegalwaton dan Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Sebelum Kota Salatiga dimekarkan, beberapa wilayah Tingkir masuk Kabupaten Semarang, sehingga sejarah historis tidak ada perbedaan antara Tingkir sebagai nama wilayah di Kota Salatiga dengan Sumber Air Senjoyo yang berada di wilayah Kabupaten Semarang, karena berdekatan. Hingga kini pun Sumber Air Senjoyo menjadi penyuplai PDAM Kota Salatiga dan pengairan pertanian di Kelurahan Tingkir Tengah dan Kelurahan Tingkir Lor dan sekitarnya. (Surya Yuli P)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s