Generasi Kedua Ahli Memperbaiki Jam – Di Jalan Letjen Sukowati Salatiga

Generasi Kedua Ahli Memperbaiki Jam
– Di Jalan Letjen Sukowati

BAGI pemilik jam jenis apa saja, pasti mengenal tempat reparasi yang selalu ramai didatangi warga di Jalan Letjen Sukowati 33 Kelurahan Kalicacing Kecamatan Sidomukti, tidak jauh dari komplek Pemkot Salatiga. Ya di tempat itu terdapat 2 orang spesialis memperbaiki jam, yang tidak lain merupakan putra dari almarhum Mukminin. Mukminin sendiri memulai usaha reparasi jam sejak 1928, setelah pindah dari Tegal. Sejak zaman Belanda tempat reparasi itu sudah cukup dikenal.
Dua putra Mukminin yakni M Junaedi dan M Sholeh, melanjutkan usaha ayah mereka. Berbagai jenis jam apa saja baik kuno maupun yang modern, mampu diperbaiki oleh kedua orang itu. Tidak heran bila setiap hari, pelanggan datang silih berganti memperbaiki jam yang rusak. Tidak hanya itu, pemilik jam juga mendapat konsultasi gratis cara merawat jam, trik membeli, dan lainnya.
Junaedi (44) mengungkapkan, ilmu memperbaiki jam diperoleh dari ayahnya secara autodidak. Saat kecil begitu melihat jam rusak, langsung memiliki <I>feeling<P> untuk memperbaikinya. ”Semacam <I>feeling<P> saja. Begitu melihat jam rusak langsung ingin memperbaikinya,” kata pria berkepala gundul dan bertubuh gemuk itu.
Tidak hanya jam-jam murah saja yang diperbaiki, jam mahal dengan harga puluhan juta pun mampu diselesaikan. Bahkan beberapa pelanggan Junaedi berasal dari luar kota seperti Jakarta dan beberapa kota lainnya. Sejumlah pelanggan kadang datang dengan membawa beberapa jam-nya yang telah rusak.
Junaedi kerap mendapatkan pemilik yang rewel dengan jam yang dimilikinya, terutama jam mahal. Seperti pemilik yang bersikukuh bahwa jamnya water resistant (anti air) dan tidak mungkin kemasukan air. Namun setelah mendapatkan informasi bahwa semua jam tidak tahan air, baru pemilik itu mau menerimanya. ”Memang ada tulisaan <I>water resistant<P>, tetapi pada prinsipnya jam itu tidak tahan air. Maka sebaiknya hindari jam dari air. Itu akan lebih awet,” ujarnya.
Dipercaya
Dia juga kerap mendapatkan pelanggan pemilik jam mahal berlapis emas, yang tidak percaya Junaedi. Pemilik itu hanya meninggalkan bagian jam, sedangkan rantai yang berlapis emas dibawa pulang. Setelah mengenal dekat dengan Junaedi, orang itu pun akhirnya percaya sepenuhnya. Ketika memperbaiki lagi, seluruh bagian jam mahal itu ditinggalkan dan dikembalikan utuh setelah selesai diperbaiki.
Sepintas, Junaedi terlihat garang layaknya preman bertato, namun setelah ngobrol tentang jam, terasa berdiskusi dengan teman lama. Keramahan itu yang membuat pelanggan senang diajak berdiskusi tentang jam. Tarif memperbaiki jam yang diberikan pun, relatif tidak mahal.
Dia pun hanya mengambil keuntungan sedikit,

sehingga pelanggan senang dan mau kembali untuk reparasi. Bahkan untuk perbaikan ringan, kadang tidak ditarik biaya. Adapun jam yang sulit diperbaiki umumnya terjadi kerusakan pada komponen IC. Untuk jam tertentu harga IC sangat mahal dan sulit didapat. Junaedi biasanya meminta pemilik untuk membeli sendiri di beberapa toko. (Surya Yuli P)

Junaedi sedang menyelesaikan perbaikan jam
Junaedi sedang menyelesaikan perbaikan jam
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s